<p>Merespons tersendatnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bergerak cepat melakukan langkah ganda. Sembari terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak Pertamina untuk mempercepat normalisasi pasokan, jajaran pegawai Pemkab Badung diterjunkan langsung ke sejumlah SPBU guna memantau situasi sekaligus membagikan air mineral kepada masyarakat yang mengantre.</p> <p>​Langkah kemanusiaan ini diambil atas instruksi Bupati Badung menyusul membludaknya antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di berbagai titik SPBU di wilayah Badung. Antrean panjang di bawah cuaca terik dinilai sangat menguras fisik warga yang sebagian besar merupakan pekerja harian, pengemudi transportasi, hingga pelaku UMKM.</p> <p>​Bupati Badung menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat akibat situasi ini. Pihaknya menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kendala distribusi dari pihak penyedia dapat segera terurai agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh.<br /> ​<br /> Bupati Badung juga memahami kelelahan, kerugian waktu, dan keresahan masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM. Saat ini Pemkab Badung terus berkomunikasi dan mendorong pihak terkait agar pasokan ke SPBU di wilayah Badung segera kembali normal.</p> <p>​Terkait pengerahan jajaran pegawai untuk membagikan air minum di lokasi antrean, Bupati menekankan bahwa langkah tersebut murni didorong oleh rasa empati dan semangat menyama braya (persaudaraan).<br /> ​Pemkab Badung sadar betul bahwa sebotol air mineral tentu tidak menyelesaikan masalah kelangkaan BBM ini. </p> <p>Namun, Bupati dan jajarannya tidak tega melihat masyarakat harus berpanas-panasan dan kelelahan di jalanan. Ini adalah wujud kepedulian kecil pemerintah daerah untuk sedikit meringankan dahaga warga di lapangan, sembari di belakang layar terus mengawal penyelesaian masalah utamanya.</p> <p>​Selain membagikan air minum, para pegawai Pemkab Badung yang bertugas di titik-titik SPBU juga diinstruksikan untuk membantu menjaga ketertiban lalu lintas bersama aparat terkait, menyerap keluhan warga secara langsung, serta melaporkan kondisi riil antrean di tiap kecamatan secara berkala. Pemkab Badung juga memastikan bahwa pengerahan pegawai ke lapangan ini diatur secara bergilir sehingga tidak mengganggu jalannya pelayanan publik di pusat pemerintahan</p> <p><img height="100px" src="https://bkpsdm.badungkab.go.id/storage/bkpsdm/image/2-20261015202454-MUaas.png" weigth="100px" /><img height="100px" src="https://bkpsdm.badungkab.go.id/storage/bkpsdm/image/3-20261015202454-rUUtb.png" weigth="100px" /><img height="100px" src="https://bkpsdm.badungkab.go.id/storage/bkpsdm/image/4-20261015202455-BGtaw.png" weigth="100px" /><img height="100px" src="https://bkpsdm.badungkab.go.id/storage/bkpsdm/image/5-20261015202455-PvRNh.png" weigth="100px" /></p> <p> </p>
Selain Kawal Percepatan Distribusi BBM, Pemkab Badung Turun ke Lapangan Dampingi Warga di Tengah Antrean SPBU
15 Oct 2026